LPI HIDAYATULLAH- Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Hidayatullah Semarang menggelar sertifikasi guru Al-Qur’an metode UMMI, Rabu 7 Mei 2023 di Aula lantai 3 Gedung LPI Hidayatullah Semarang Yayasan Abul Yatama Semarang.

Ya, sertifikasi guru Al-Qur’an metode UMMI ini digelar selama 3 hari yakni mulai 7 Mei- 9 Mei 2023 dengan menggandeng Master Trainer UMMI Foundation Surabaya yakni Ustadz Iswahyudi, S.S dan Ustadz Muhammad Wahyudi, S.TH.I sebagai pemateri.

Sertifikasi guru Al-Qur’an diikuti oleh para guru Al-Qur’an dilingkup LPI Hidayatullah Semarang (jenjang PAUD,SD,SMP, hingga SMA), guru Al-Qur’an QLC Hidayatullah, dan guru Al-Qur’an di lingkup TPQ.

Hari pertama pelaksanaan sertifikasi guru Al-Qur’an dibuka langsung oleh Sekretaris Eksekutif Yayasan Abul Yatama, Ustadz Edrus, S.Ag. Segenap pimpinan LPI Hidayatullah Semarang dan pengurus QLC (Qur’an Learning Center) Hidayatullah juga turut hadir dalam pembukaan acara sertifikasi guru Al-Qur’an.

Menurut Ustadz Edrus, S.Ag, keikutsertaan peserta dalam pelatihan ini adalah sebuah anugerah dan nikmat yang telah Allah SWT berikan.

“Hadirnya Ustadz-Ustadzah sekalian dalam acara pelatihan/ sertifikasi metode UMMI ini merupakan nikmat yang tidak semua orang bisa menerima atau bisa diberi oleh Allah SWT. Alhamdulilah, antum semua sudah pernah belajar dan mengajar metode UMMI di tempat masing-masing.” tutur Ustadz Edrus saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ustadz Iswahyudi, S.S salah satu pemateri UMMI Foundation Surabaya menuturkan bahwa pembelajaran metode UMMI sudah banyak diterapkan di sekolah negeri maupun swasta.

“ Metode UMMI itu bukan sekedar metode, tapi sebuah sistem yang insyaAllah sudah teruji. Baik sekolah berbayar maupun gratis jika sudah punya sistem insyaAllah akan baik. Dan alhamdulilah sekarang sekolah negeri & swasta sudah banyak bergabung dengan metode UMMI. Salah satunya Yayasan Abul Yatama LPI Hidayatullah sebagai assabiqunal awwalun menerapkan metode UMMI. Oleh karena itu harus menjadi pelopor kedepan untuk pembelajaran Al-Qur’an di Kota Semarang ataupun Jawa Tengah.” ujar Ustadz Iswahyudi.

Beliau menambahkan, syarat utama peserta bisa memperoleh sertifikasi metode UMMI apabila sudah dinyatakan lolos Tashih.

“ Syarat utama dan pertama yang harus dilalui sertifikasi ini adalah sudah mengikuti Tashih, yang lolos akan ikut sertifikasi dan kalau gak lolos ikut Tahsin dulu. Karena kita mau mengajarkan yang imbasnya bukan hanya didunia namun sampai di akhirat. Oleh karena itu jangan ajarkan yang salah,” ujarnya.

Beliau yakin, dengan belajar dan mengajarkan ilmu Al-Qur’an dapat membawa kemuliaan bagi kehidupan kita baik di dunia maupun akhirat.

“Saya meyakini bahwa orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan ikhlas ada kepastian mulia. Karena semua yang dikaitkan dengan Al-Qur’an akan jadi mulia. Insyallah Yayasan Abul Yatama dan LPI Hidayatullah juga akan mendapat kemulian jika terus eksis memperhatikan generasi kita dalam membaca Al-Qur’an,” pungkas Ustadz Iswahyudi, S.S

Semoga 2 hari kedepan pelaksanaan sertifikasi ini dapat berjalan lancar. Harapannya para guru Al-Qur’an di lingkup LPI Hidayatullah, TPQ dan QLC Hidayatullah Semarang bisa menerapkan ilmu Al-Qur’an dengan baik sehingga bisa diaplikasikan di unit masing-masing demi mencetak generasi Qur’ani. Aamiin. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!