Pada kajian ke-empat Hadits Arba’in Nawawi, Habib Jakfar Al Musaawa melanjutkan pembahasan hadits kedua yang berisi tentang rukun-rukun iman. Berikut penggalan hadits yang Beliau sampaikan:

“……..Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”. (Rosululloh) menjawab: “Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”Orang tadi berkata: “Engkau benar.” Materi hadits ke-2 ini sangat penting sehingga sebagian ulama menyebutnya sebagai “Induk sunnah”, karena seluruh  sunnah berpulang kepada hadits ini.

Diterangkan oleh Habib Jakfar Al Mussawa, bahwa kaidah iman harus memenuhi tiga kaidah yaitu membenarkan dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Tentang beriman kepada malaikat yang harus dikenal oleh manusia minimal 10 malaikat, karena yang berinteraksi langsung dengan manusia. Contohnya malaikat yang mencatat segala amal perbuatan manusia termasuk ucapan manusia baik yang bermakna maupun tidak bermakna. Iman kepada Malaikat sah jika beriman bahwa Allah menciptakan makhluk bernama malaikat sebagai hamba yang senantiasa taat dan diantara mereka ada yang diperintah untuk mengantar wahyu.

Habib Jakfar menganalogikan seperti anak yang akan berangkat sekolah yang selalu diingatkan oleh ibunya untuk selalu berjalan di pinggir, kemudian kalau selesai sekolah langsung pulang dan jangan bermain kemana-mana. Nasehat yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya setiap kali akan berangkat sekolah pada hakekatnya adalah bentuk kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Namun oleh seorang anak itu dirasakan mengesalkan dan dianggap sebagai ucapan yang remeh dan tidak perlu diulang-ulang. Oleh karena itu sering anak kurang memperhatikan dan menjalankan apa yang dipesankan dengan asal-asalan atau terpaksa.

Salah satu perintah dalam rukun Islam adalah melaksanakan zakat. Dikisahkan oleh Habib Jakfar awal mula perintah zakat adalah ketika Nabi Adam A.s. bersama anak-anaknya bersama-sama ke hutan mencari makanan berupa buah-buahan, setelah semua anaknya mendapatkan masing-masing, maka semua buah yang didapatkan dikumpulkan kemudian dibagi merata. Pada awalnya semua anak-anaknya menerima denga sukarela. Akan tetapi setelah anak-anaknya mempunyai anak, maka mereka tidak bisa menerima cara tersebut, karena naluri manusia adalah memikirkan anaknya, semestinya kalau yang didapatkan buah-buah yang bagus maka yang diberikan kepada anaknya adalah buah yang bagus, meskipun pada hakekatnya semua adalah milik Allah tetapi masing-masing manusia memiliki kemampuan yang berbeda dalam menjemput rezeki dari Allah SWT. Oleh karena itu Nabi Adam A.s. mengubah aturannya yaitu setiap orang berhak atas buah yang didapatkan sendiri, akan tetapi memiliki kewajiban untuk memberi kepada saudaranya yang kekurangan.

Manfaat zakat dan sodaqoh lainnya bagi orang yang mengeluarkannya di antaranya adalah:

  • Didoakan oleh orang banyak
  • Sedekah yang dikeluarkan tidak akan mengurangi hartanya, tetapi justru semakin bertambah.

Perintah Allah dalam rukun Islam berikutnya adalah puasa pada bulan Ramadhan. Menurut Imam Ghozali ada tiga tingkatan orang yang berpuasa:

  • Puasa awam
  • Puasa khusus
  • Puasa sangat khusus

(kajian berlanjut….)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!