LPI HIDAYATULLAH- Di era modern ini, akses informasi dan komunikasi dimudahkan dengan adanya gadget atau gawai. Ya, hanya dengan gadget segala jenis aplikasi bisa dengan mudah diunduh dan diakses oleh semua kalangan. Tak terkecuali anak-anak.

Namun dibalik beragamnya aplikasi gadget justru membuat anak-anak menjadi malas belajar. Bahkan durasi mengonsumsi gadget jauh lebih lama dibandingan durasi belajar anak-anak. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua untuk mengatasi anak yang malas untuk belajar.

Nah untuk menghadapi tantangan tersebut, tentu memerlukan pendekatan yang bijaksana dan konsisten. Berikut kami bagikan tips ampuh mengatasi anak malas belajar akibat paparan gadget.

  1. Buat Jadwal Belajar yang Teratur:

Tetapkan jadwal belajar yang konsisten setiap hari. Ini membantu anak memahami kapan waktunya untuk belajar dan kapan waktunya untuk bermain dengan gadget.

  1. Buat Ruang Belajar yang Nyaman:

Sediakan lingkungan belajar yang tenang dan nyaman. Pisahkan tempat belajar dari tempat bermain dan menggunakan gadget.

  1. Batas Waktu Penggunaan Gadget:

Tentukan batas waktu harian untuk penggunaan gadget. Pastikan anak mengerti bahwa gadget adalah hiburan, bukan pengganti aktivitas belajar yang produktif.

  1. Contoh Positif:

Jadilah contoh positif dengan menunjukkan minat dalam belajar dan membaca. Orang tua harus memberikan contoh yang baik. Ketika bersama anak, orang tua juga tidak boleh asyik sendiri bermain gadget.  Pasalnya orang tua itu adalah role model anak saat dirumah dan anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka.

  1. Variasi Metode Pembelajaran:

Variasi metode pembelajaran yang menarik juga bisa menjadi solusi meningkatkan minat belajar anak. Agar tidak terlalu monoton seperti di sekolah, orang tua bisa memberikan variasi belajar sembari bermain, diskusi kelompok, praktek dilapangan dan sebagainnya. Dengan metode ini anak akan lebih tertarik untuk belajar dan mengeksplore kemampuan mereka ketimbang menggunakan gadget.

  1. Beri Reward:

Adanya pemberian insentif atau reward ini juga bisa menarik perhatian anak-anak untuk menyelesaikan tugas belajar. Pemberian reward bisa berupa hadiah kecil, membuatkan masakan kesukanan anak, memberi izin waktu bermain gadget setelah selesai belajar dengan baik dan sebagainya.

  1. Kontrol Konten Gadget:

Pastikan konten yang diakses anak di gadget sesuai dengan usia dan tingkat kedewasaan mereka. Gunakan pengaturan kontrol orang tua untuk membatasi akses ke konten yang tidak sesuai.

  1. Ajak Berbicara:

Bicarakan dampak negatif paparan berlebihan terhadap gadget pada kesehatan dan prestasi anak. Dorong mereka untuk berpikir kritis tentang waktu yang dihabiskan untuk gadget.

  1. Aktivitas Luar Ruangan:

Dorong anak untuk menghabiskan waktu di luar ruangan dengan bermain, berolahraga, atau melakukan kegiatan kreatif lainnya yang tidak melibatkan gadget.

  1. Libatkan dalam Proses Pembuatan Keputusan:

Libatkan anak dalam merencanakan jadwal harian dan aktivitas mereka, termasuk waktu belajar dan waktu bermain dengan gadget. Ini memberi mereka rasa tanggung jawab dan kontrol atas pilihan mereka.

  1. Komunikasi Terbuka:

Komuikasi dengan anak itu sangat penting. Terkadang masih banyak orang tua yang sibuk sendiri dan jarang berkomunikasi dengan sang anak. Hal ini justru berdampak negatif bagi anak. Dengan kesibukan orang tua, anak  menjadi kurang perhatian dan melampiaskannya dengan bermain gadget.

Untuk itu, para orang tua perlu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa nyaman berbicara tentang hal-hal yang anak alami. Dengarkan perasaan dan pendapat mereka, dan cari solusi bersama.

  1. Beri Penjelasan yang Jelas:

Jelaskan mengapa belajar penting dan bagaimana ini akan membantu masa depan mereka. Anak mungkin lebih termotivasi jika mereka mengerti alasan di balik usaha belajar.

Itulah 12 tips ampuh mengatasi anak malas belajar akibat paparan gadget. Perlu diingat bahwa setiap anak itu berbeda, jadi orang tua perlu menyesuaikan strategi ini sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan sang anak. Konsistensi, kesabaran, dan dukungan positif akan membantu orang tua mengatasi tantangan ini dengan baik.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!