Setiap orang Islam diwajibkan menuntut ilmu yang berkaitan dengan apa yang diperlukan untuk kegiatannya saat itu dan kapan saja.

Setiap orang Islam wajib mempelajari atau mengetahui rukun maupun syarat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara (wasilah) untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah perantara untuk mengerjakan kewajiban agama, maka mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang shalat, puasa, zakat jika berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.

Muhammad bin Al Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, “ Aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli”. Maksud beliau adalah zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang syubhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.

Setiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan wajib mengetahui tata cara berdagang dalam Islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap orang Islam juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berjaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, taubat, takut  kepada Allah, dan ridho atas semua yang terjadi pada segala keadaan.

Tidak ada seorangpun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena itu khusus dimiliki ummat manusia, sedangkan binatang hanya diberikan insting. Dengan ilmu pengetahuan Allah Ta’ala mengangkat derajat nabi Adam As. di atas para malaikat. Oleh karena itu malaikat diperintahkan oleh Allah Ta’ala agar sujud (penghormatan) kepada nabi Adam As.

Ilmu itu sangat penting karena ia sebagai perantara untuk bertakwa. Dengan takwa inilah manusia menerima kedudukan mulia di sisi Allah Ta’ala, dan keuntungan abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al Hasan dalam syairnya:

Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya;

Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu;

Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna;

Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul;

Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan takwa;

Ilmu paling lurus untuk dipelajari;

Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk;

Ia laksana benteng yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan;

Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wra’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu orang ahli ibadah tetapi bodoh;

(kajian bersambung)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!