“ Sekarang kita coba tanamkan pada anak anak untuk memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar”

Kiprah Rusmi sebagai guru bahasa Indonesia dimulai pada 1998. Awalnya, ia berkeinginan untuk mengambil PGSD di IKIP Semarang, dengan dalih ingin ngemong anak-anak.

Namun, garis hidup berkata lain. Ia diterima di jurusan Bahasa dan sastra Indonesia, yang kini telah mengantarkannyamenjadi guru bahasa Indonesia berprestasi di tingkat kota semarang.
Selama 20 tahun mengajar di SMP Islam Hidayatullah, Rusmi mengaku lebih banyak rasa suka daripada dukanya. “berinteraksi dengan anak-anak itu mengasyikkan, saya bisa mengenal berbagai karakter anak. Tidak ada anak yang tidakpernah berbuat salah. Karena kesalahan sekecil apapun yang mereka lakukan merupakan proses anak didik untuk menjadi lebih baik.”

Apalagi menurut Rusmi, profesi guru merupakan profesi kenabian, dalam artian guru berkewajiban mengajarkan kebenaran dan kebaikan kepada anak didiknya. Guru yang baik bisa menjadi sutradara di kelas, mengelola kelas dengan baik, serta membimbing anak didik untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Sebagai guru bahasa Indonesia, ia juga selalu termotivasi untuk lebih menunjukkan kecintaannya pada bahasa indonesia. Sikap bangga pada bahasa sendiri harus diterapkkan. Selain itu, bahasa Indonesia merupakan alat untuk mempelajari dan menguasai bahasa Indonesiatentunyaakan mata pelajaran lainnya. Jika tidak bisa menguasai bahasa indonesia tentunya akan terkendala untuk menguasai mata pelajaran lainnya.

Rusmi memberikan contoh yang pernah terjadi dalam soal matematika saat ujian nasioanl. “Ada soal cerita yang anak kurang bisa memahaminya. Yang seharusnya dia bisa mendapatkan nilai 100, tetapi dia tidak bisa mencapai nilai sempurna karena tidak paham dengan satu soal cerita. Untuk itu, kemampuan berbahasa Indonesia harus benar-benar di kuasai peserta didik kalau dia ingin lebih maksimal dalam penguasaan pelajaran-pelajaran yang lain.”

Saat ini Rusmi mengaku jika tantangan yang paling berat adalah membuat siswa mencintai membaca. Apalagi sekarang era gadget, bahasa yang di pakai kebanyakan tidak sesuai dengan kaidah berbahasa yang baik dan benar. Begitu juga dalam hal praktik menulis, peserta didik sering menggunakan singkatan.“ Oleh karen aitu, sekarang kita coba tanamkan pada anak untuk memiliki sifat positif terhadap bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” jelasnya.

Salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca pada siswa, yakni dengan membuat soal berbentuk cerita panjang yang kontennya sesuai dan menarik untuk siswa. Rusmi juga mengarahkan anak didiknya untuk membaca materi di rumah terlebih dahulu sebelum dibahas dikelas.

Ia berharap agar teman-teman seprofesinya bisa menjadi contoh dan pioner untuk bersikap positif dalam berbahasa Indonesia. “ Bahasa Indonesia akan di pakai oleh anak-anak dan masyarakat dengan baik dan benar saat gurunya juga berusaha untuk berusaha untuk berbahasa Indonesia denganbenar dan baik.” Pungkasannya.

 

Dikutip dari harian Kompas, kolom inspirasi 6 September 2018

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!