Sabtu, 20 November 2021-Kajian dilanjutkan tentang bab rohmat atau kasih sayang orang tua kepada anaknya. Disampaikan oleh Habib Hasan Al Jufri, jikalau engkau ingin disayangi maka sayangilah orang lain. Di dalam ajaran Islam dicontohkan meskipun pada saat kondisi perang, tidak diperbolehkan membunuh anak-anak, perempuan, orang tua yang lemah dan tidak diperbolehkan merusak tanaman dan tempat-tempat yang dihormati selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Contoh lain sebagaimana dilakukan oleh Rosulullah Muhammad sholallahi ‘alaihi wassalam ketika ada jenazah yang lewat Rosulullah sholallahi ‘alaihi wassalam berdiri, kemudian para sahabat bertanya kenapa Rosulullah sholallahi ‘alaihi wassalam berdiri padahal yang meninggal adalah seorang Yahudi. Lalu Rosulullah sholallahi ‘alaihi wassalam menjawab ini adalah termasuk makhluknya Allah Subhanahu Wata’ala, bahkan sambil menitikan air mata, terlepas satu lagi yang semestinya bisa aku ajak untuk masuk ke surga-Nya Allah Subhanahu Wata’ala. Begitulah kasih sayang Rosulullah sholallahi ‘alaihi wassalam yang selalu memikirkan ummatnya agar tidak lepas dari dakwah Islam. Dalam hal menyayangi anak bahkan Rosulullah sholallahi ‘alaihi wassalam pernah menegur sahabatnya yang biasa-biasa saja kepada anak-anaknya tidak ada sayangnya. Kemudian Rosulullah sholallahi ‘alaihi wassalam mengatakan: kamu ingin mendapatkan kasih sayang dari anakmu atau dari istrimu atau dari orang tuamu, tidak mungkinlah kalau engkau ingin mendapatkan kasih sayang, karena engkau tidak memberikan kasih sayang. Ajaran dalam Islam adalah ajaran kasih sayang, dan tidak ada yang memberikan kasih sayang kecuali di dalamnya ada cinta.

Ajaran Islam datang meluruskan kebiasaan orang Arab Jahiliyah yaitu, ketidaksukaan orang tua terhadap anak perempuan. Di dalam Islam kedudukan anak perempuan dan laki-laki adalah sama semua adalah amanah dari Allah Subhanallahu Wata’ala dan setiap amanh akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanallahu Wata’ala. Justru di dalam hadist-hadist Nabi banyak disebutkan bagaimana kemuliaan seseorang yang mempunyai anak perempuan bisa menjadi tameng atau benteng dari murkanya Allah Subhanallahu Wata’ala. Keutamaan diberikan kepada orang tua yang mampu menjaga amanah berhasil mendidik anak-anak perempuannya menjadi anak-anak yang sholihah. Dalam Islam sudah mengajarkan kedudukan yang sama bagi perempuan yang saat ini disebut dengan emansipasi wanita. Di dalam Islam banyak contoh wanita-wanita hebat Fatimatuzzahro, Khodijah Al Kubro, Al ‘adawiyah dan wanita-wanita mulia lain dalam Islam. Bahkan dalam kondisi perang wanita diperbolehkan turut maju perang, tetapi disesuai posisi tempatnya sesuai dengan batasannya sebagai wanita. Emansipasi wanita dalam Islam mendorong wanita untuk maju, berprestasi, tetapi tetap harus dalam ketentuan-ketentuan aturan Allah Subhanallahu Wata’ala. Contohya sehebat-hebatnya seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi imam sholat untuk jamaah laki-laki.

Di dalam Islam orang tua diperintahkan untuk berlaku adil terhadap anak-anaknya, karena berlaku adil dekat dengan ketaqwaan kepada Allah Subhanallahu Wata’ala. Bahkan perintah adil terhadap anak-anak dalam hadist Nabi sampai diulang sebanyak tiga kali. Meskipun dalam perasaan sayang berbeda tetapi dalam wujud perlakuan terhadap anak-anak harus sama atau adil sesuai dengan tingkat usia dan kebutuhan anak-anak.

Kajian ditutup dengan gambaran perilaku orang tua terhadap anaknya yang bisa diibaratkan seperti membunuh anaknya, yaitu memberikan kasih sayang kepada anaknya tetapi tidak memberikan ilmu, tidak memberikan iman, dimasukkan sekolah yang tidak ada ajaran sedikitpun tentang agama Islam, sehingga anak tidak mengenal agama Islam, tidak kenal Al Qur’an, tidak kenal Allah dan Rosul-Nya.

(kajian berlanjut..)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!